Rektor UBB: Alumni UBB Jangan Kecil Hati!

TANJUNGPESONA (UBB) -- Rektor UBB Prof Dr Bustami Rahman MSc minta kepada pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UBB untuk memperluas jaringan dan membuka cabang di setiap kota dan kabupaten, bahkan di ibukota Negara, Jakarta. 

Selain sebagai tempat ajang silaturahmi antaralumni, kehadiran cabang IKA-UBB itu menurut rektor sangat perlu untuk membantu alumni UBB memperoleh informasi peluang kerja. Sekaligus memberi petunjuk praktis, semisal mengisi formulir dan persyaratan lainnya. 

“Setahu saya IKA Universitas Brawijaya, Malang, punya jaringan luas dan cabang hingga ke ibukota. Bila ada alumni Unibraw ke Jakarta untuk mencari kerja, mereka memperoleh informasi di cabang Unibraw Jakarta,” ujar Bustami di Auditorium Depati Amir, Tanjungpesona, Sabtu (28/11/2015) pagi.

Berbicara ketika membuka resmi Musyawarah Umum I IKA UBB, Bustami juga minta pengurus IKA untuk segera membangun bank data. Sistem ini penting untuk menampung informasi mengenai alumni dan peluang kerja; baik yang ada di Bangka Belitung maupun di luar provinsi.

“Bank data itu penting sekali, kalau ada informasi peluang kerja langsung disampaikan kepada alumni UBB di mana pun berada,” ujar Bustami.

Peran IKA UBB menurut rektor sangat penting, mengingat alumni UBB hingga kini sudah mencecah 2.000 orang. Kendala yang mereka hadapi adalah mendapat pekerjaan tepat, sesuai keinginan mereka. Padahal itu perlu waktu. Sementara peluang usaha lain sangat besar, seperti membuka usaha sendiri.

“Saya dulu, dua tahun setelah tamat kuliah baru mendapat pekerjaan mapan: sebagai dosen. Lulus tahu ’76 dan ’78 menjadi dosen. Sebelumnya saya bekerja di pelbagai jenis pekerjaan, antara lain pernah menjadi kepala sekolah dan honorer pemda,” ujar Bustami.

Dalam Musyawarah Umum I IKA-UBB yang dihadiri wakil rektor, dekan, kepala unit pelaksana teknis, badan eksekutif mahasiswa dan presiden mahasiswa UBB serta sekitar 50 alumni UBB, rektor kembali mengingatkan alumni dan sarjana baru UBB untuk memperkuat mentalitas dan tidak lantas berkecil hati.

“Jangan kecil hati dan kecewa. Itu (kesulitan memperoleh pekerjaan tetap –red) terjadi tahun ’76, apalagi pada tahun 2015 ini. Memang betul perekonomian kita jauh lebih baik sekarang, tapi inflasi kita kini cukup besar,” ulas Bustami.

Rektor mengingatkan IKA UBB mendapat tempat penting dan strategis di UBB. Secara hukum hal itu resmi tercantum dalam Statuta UBB. Organisasi alumni ini punya hak dan kewajiban memberikan masukan dan menilai perkembangan UBB.

“Khusus peran IKA UBB membantu alumni UBB, saya menilai perlu dalam periode tertentu, paling tidak dua tahun sekali, bertemu dengan mahasiswa senior UBB. Pengurus memberikan masukkan kepada mahasiswa tingkat akhir tentang peluang kerja,” kata Bustami.

Bahkan kalau dinilai perlu, IKA UBB bisa menghadirkan pakar kewiraswastaan dan motivator untuk menjadi tutor teknis mengenai cara membuka usaha sendiri. Misalnya usaha kuliner, coffee shop, bertani dan beternak dan sebagainya.

“Terjun ke dunia usaha, yang semuanya dirancang dan dikerjakan sendiri, tak usah ada kata malu. Yang penting itu halal, dan halal itu membuat usaha menjadi barokah. Sebaliknya yang tak halal itu menjijikan,” tegas Bustami.

Sementara itu Ketua IKA-UBB Firman Ramadani mengatakan usai musyawarah umum yang berlangsung dua hari (28-29 Nopember), IKA-UBB akan membentuk kepengurusan di tingkat kota dan kabupaten di Bangka Belitung. Gagasan membentuk cabang itu mereka cantumkan dalam program kerja IKA UBB.

“Jaringan akan kita perluas, dan IKA-UBB segera membentuk bank data serta cabang di setiap kota dan kabupaten. Kami sadar IKA mempunyai peran strategis dan penting, apalagi alumni UBB sudah mencapai 2000 orang,” ujar Firman.

Ketua Pelaksana Musyawarah Umum I IKA UBB Firman Magribi menambahkan, musyawarah umum mempunyai agenda penting yaitu menyusun AD/ART, program kerja dan memilih ketua IKA untuk periode 2014-2018. (eddy jajang j atmaja)
 

Education - This is a contributing Drupal Theme
Design by WeebPal.